Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rincian Biaya Modal Usaha Ayam Geprek Terbaru Beserta Keuntungan dan Resikonya

Daftar Isi [Tampil]

 

Rincian Biaya Modal Usaha Ayam Geprek Terbaru Beserta Keuntungan dan Resikonya

Cara menentukan modal awal usaha ayam geprek adalah dengan melakukan rincian biaya modal usaha ayam geprek yang dibutuhkan untuk berjualan agar nantinya bisa mendapatkan keuntungan dan mengatasi resiko jualan.

Bagi Anda yang berminat membangun usaha jualan ayam geprek maka ketahui terlebih dahulu seperti apa usaha ayam geprek?  Usaha ayam geprek adalah usaha yang berfokus menjual kuliner ayam geprek dengan cara, ayam geprek terlebih dahulu dicampur dengan tepung bumbu lalu digoreng kemudian di tumbuk di atas cobek dan dilumuri sambal.


Jika membahas mengenai keuntungan bisnis ayam geprek tentunya sudah tidak diragukan lagi bisa mendapatkan keuntungan yang cukup memuaskan. 

Dimana proses penjualan yang dilakukan oleh pengusaha warung biasanya mematok harga RP. 12.000 yang sudah dilengkapi dengan nasi, sambal dan sayuran, yang dapat memberikan anda margin laba sekitar kurang lebih 45% dari omzet.

Tips Memulai Usaha Ayam Geprek

Sebelum memulai usaha ayam geprek ketahui terlebih dahulu tips mengenai cara menjalankan usaha ayam geprek agar ramai pembeli. Berikut penjelasannya:

  • Menentukan Lokasi Jualan Strategis

Mendirikan usaha tentunya kita diwajibkan mempunyai lokasi untuk tempat berjualan,  seperti lokasi usaha warung makan ayam geprek. Sering kita dapatkan ada usaha ayam geprek yang memiliki pelanggan sangat banyak dalam waktu sehari dan ada juga warung ayam geprek yang sedikit mendapatkan pelanggan dan dapat mengakibatkan kerugian. 

Untuk tingkat persaingan bisnis ayam geprek biasanya terdapat dalam memiliki lokasi. Jadi silakan cari lokasi yang strategis untuk berjualan.

  • Menyiapkan Biaya Usaha

Setelah mendapatkan lokasi strategis untuk berjualan maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan biaya operasional untuk menjalankan usaha kuliner ayam geprek. Biaya operasional yang dimaksud yaitu biaya gaji karyawan, biaya bahan baku, kebersihan dan sebagainya.


Dengan menyiapkan biaya operasional, maka Anda sudah bisa terhindar dari segala kekurangan dana pada saat mendirikan usaha ayam geprek. pengertian dari biaya operasional ialah biaya yang sudah pasti akan dikeluarkan oleh pemilik usaha.

  • Mengetahui Kebutuhan Pasar

Kebutuhan pasar usaha ayam geprek yang dimaksud adalah target pangsa pasar yang berkaitan mengenai produk yang dijual agar diterima oleh masyarakat, maka dari itu lakukanlah riset terlebih dahulu sebelum membangun usaha. Seperti yang diketahui pelaku usaha warung makan sudah banyak berdiri di wilayah indonesia maupun negara lainnya.

Maka dari itu sudah pasti Anda akan mempunyai banyak pesaing. Agar bisa bersaing dengan pemilik warung ayam geprek, maka cara yang bisa dicoba adalah melakukan riset untuk membantu dalam menentukan usaha yang akan dijalankan.

  • Mematuhi Aturan Yang Berlaku

Jika ingin lancar berjualan, sebaiknya mematuhi regulasi yang berlaku di wilayah Anda berjualan. Supaya dapat terhindar dari sesuatu yang dapat mengakibatkan usaha mengalami kerugian. 

Ingin mendirikan usaha tentunya harus dapat izin dari pemerintah setempat seperti izin mendirikan usaha. Maka dari itu uruslah izin membangun usaha dari pemerintah setempat agar bisa berjualan secara resmi dan aman dari penggusuran bangunan.

  • Melakukan Promosi Jualan

Agar jualan Anda dikenal banyak orang dan bisnis ayam geprek laris manis, maka cara yang bisa dicoba yaitu melakukan promosi jualan ayam geprek.

 Ada beberapa cara yang bisa dicoba dalam melakukan promosi, salah satu cara yang sangat efektif menjangkau banyak orang yaitu memanfaatkan media sosial dengan cara membuat akun media sosial kemudian mengupload foto dan memberikan deskripsi mengenai jualan.


Silakan promosikan usaha ayam geprek di media sosial agar bisa menarik banyak pembeli, karena ayam geprek merupakan salah satu kuliner favorit yang sering di pesan oleh orang dengan cara memakai jasa Go-food. 

Pada tahun 2019 pesanan ayam geprek secara online mencapai sekitar 300 juta kali, hal ini dapat membuktikan bahwa bisnis ayam geprek cukup diminati.

  • Siapkan Bahan dan Peralatan Jualan

Langkah selanjutnya yang harus disiapkan yaitu mengenai peralatan yang akan dipakai berjualan karena nantinya Anda membutuhkan peralatan untuk memasak. 

Yang dimaksud disini adalah memperkirakan perhitungan mengenai biaya yang akan kalian pakai untuk membeli peralatan. Sebaiknya siapkan dana yang cukup untuk membeli peralatan jualan. 

Membutuhkan peralatan memasak salah satunya yaitu Rice Cooker, Wajan untuk menggoreng dan lain sebagainya. Jangan lupa sediakan juga kebutuhan pelanggan seperti meja dan kursi makan, piring dan sendok dan kebutuhan lainnya.

  • Menyiapkan Kebutuhan Masak

Selain perlengkapan yang harus disiapkan untuk berjualan, Anda juga harus menyiapkan bahan pokok untuk memasak ayam geprek. Untuk bisa memberikan masakan berkualitas dan bisa bersaing dengan masakan warung lainnya maka sebaiknya sediakan bahan masakan yang baik dan unggul.


Bahan yang dimaksud seperti ayam, bumbu masakan dan bahan lainnya dalam memasak. Jangan lupa catat biaya pengeluaran untuk membeli kebutuhan masak kedalam biaya usaha.

  • Mengikuti Tren Masyarakat

Untuk tips menjadi pengusaha ayam geprek yaitu mengikuti tren kuliner masyarakat. Jika usaha warung Anda mengikuti tren maka kemungkinan bisa mendapatkan pelanggan lebih banyak. 

Biasanya pemilik usaha ayam geprek mendapatkan tren yang viral di usaha ayam geprek mengenai bumbu sambal yang pedas. Buatlah bumbu khusus mengenai level kepedasan ayam geprek agar pelanggan tertarik untuk mencoba berbagai macam jenis ayam geprek.

  • Mengetahui Rincian Modal Bisnis Ayam Geprek Terbaru

Modal dari usaha ayam geprek dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori modal awal usaha dan modal kerja. Untuk modal usaha awal memerlukan perlengkapan dan peralatan jualan. Sedangkan modal kerja membutuhkan bahan baku untuk memasak. 

Jika tertarik untuk menjalankan usaha ayam geprek maka ketahui modal bisnis ayam geprek berikut:

Modal Usaha Awal Ayam Geprek

Modal Usaha Awal Ayam Geprek

   
No.   
   
Item   
   
Jumlah   
   
Biaya   
   
1   
   
Kompor Gas 2   Tungku   
   
1   
   
Rp700.000   
   
2   
   
Wajan Untuk   Menggoreng   
   
2   
   
Rp200.000   
   
3   
   
Kulkas   
   
1   
   
Rp2.000.000   
   
4   
   
Rice Cooker   
   
1   
   
Rp300.000   
   
5   
   
Etalase   
   
1   
   
Rp850.000   
   
6   
   
Cobek dan   Ulekan   
   
1   
   
Rp100.000   
   
7   
   
Tabung Gas 3   Kg   
   
2   
   
Rp350.000   
   
8   
   
Spanduk 3 x   1 M   
   
1   
   
Rp100.000   
   
9   
   
Blowtorch   
   
1   
   
Rp60.000   
   
   
   
Total   
   
   
   
Rp5.210.000   

Untuk lebih memaksimalkan dalam menjalankan bisnis ayam geprek, sebaiknya sediakan juga kebutuhan informasi seperti Smartphone untuk keperluan usaha. Dengan adanya pemakaian Smartphone maka Anda bisa bekerjasama dengan mitra Gofood dan Grabfood dalam mencari pelanggan.

Untuk biaya modal usaha ayam geprek diatas, saya tidak memasukkan biaya untuk sewa lahan untuk berjualan dan keperluan bangun rumah makan.


Keperluan modal pada tabel diatas bisa dipakai sebagai perkiraan untuk bisnis ayam geprek konsep takeaway dan juga pesan antar dengan memanfaatkan GoFood maupun GrabFood. Setelah menyesuaikan usaha ayam geprek dengan modal awal maka selanjutnya kita menyesuaikan modal kerja.

Modal Kerja

Kebutuhan modal kerja yang akan saya bahas yaitu misalnya kita menjual sebanyak 35 porsi per hari. Maka keperluan untuk modal kerja ayam geprek sebagai berikut:
   
No   
   
Item   
   
Jumlah   
   
Biaya   
   
1   
   
Daging Ayam   (3 ayam x 30 @Rp35.000)   
   
90   
   
Rp3.150.000   
   
2   
   
Bumbu dan   Tepung Ayam @Rp800   
   
850   
   
Rp.680.000   
   
3   
   
Bahan   Sambal@Rp1200   
   
850   
   
Rp1.020.000   
   
4   
   
Keju 2kg   
   
1   
   
Rp150.000   
   
5   
   
Beras   10Kg @Rp60.000   
   
8   
   
Rp480.000   
   
6   
   
Minyak   Goreng   
   
8   
   
Rp170.000   
   
7   
   
Gas LPG 3 Kg   
   
7   
   
Rp140.000   
   
8   
   
Biaya   Listrik   
   
1   
   
Rp320.000   
   
9   
   
Kemasan   takeout   
   
85   
   
Rp500.000   
   
10   
   
Butane gas   
   
2   
   
Rp50.000   
   
   
   
Total   
   
   
   
Rp6.660.000   

Dengan perhitungan modal kerja tersebut maka diperoleh perhitungan keuntungan dengan perkiraan penjualan 35 porsi setiap hari dengan harga jualan ayam geprek seharga RP. 12.000. 

Misalnya Anda berniat menjual ayam geprek keju dan ayam geprek keju leleh dengan harga masing-masing RP. 15.000 dan RP. 17.000. Dengan total penjualan ayam geprek 20, 10 ayam geprek keju dan 5 ayam geprek keju leleh, maka total hitungannya yaitu sebagai berikut:

Pendapatan

Rp12.000 x 20 porsi x 30 hari =  Rp7.200.000
Rp15.000 x 10 porsi x 30 hari =  Rp4.500.000
Rp17.000 x 5 porsi x 30 hari =  Rp2.550.000

Total Pendapatan: Rp. 14.250.000

Pengeluaran

Biaya Barang Untuk Dijual = Rp6.660.000
Laba Kotor = Rp7.500.000
Biaya Pegawai = Rp1.5000.00
Laba Bersih = Rp6.000.000

Untuk biaya pegawai, misalnya Anda memakai jasa pekerja paruh waktu berjumlah 1 orang dengan jam kerja dia selama 1 bulan. 

Jika usaha ayam geprek sudah bisa mendapatkan pelanggan banyak dan bisa menghabiskan 100 porsi dalam waktu sehari maka bisa mencoba mempekerjakan karyawan tetap.

Keuntungan Berjualan Ayam Geprek

Seperti yang sudah saya jelaskan mengenai pendapatan usaha ayam geprek. Dalam sebulan, Anda bisa mendapatkan keuntungan berjualan ayam geprek sebesar Rp6000.000 hingga Rp.15000.000. perbulan. Dengan asumsi tersebut dapat mengembalikkan modal kurang lebih 1 tahun.

Resiko Berjualan Ayam Geprek

Setiap menjalankan usaha tentunya sering dihadapi berbagai macam resiko. Untuk resiko jualan ayam geprek bagi pemula yaitu tidak laku dan kurang bersabar. Biasa juga cobaan datang dari mahalnya kebutuhan memasak seperti naiknya harga ayam dan bahan lainnya seperti beras, lombok, minyak goreng dan sebagainya.


Jika bahan pokok ayam geprek naik maka harga ayam geprek biasanya akan naik harga, hal ini dapat mengakibatkan konsumen merasa jualan Anda menjadi mahal. Dan resiko terakhir datang dari kualitas ayam yang tidak baik. Maka dari itu jangan menyediakan ayam yang tidak berkualitas untuk dijadikan ayam geprek.

Tips Sukses Bisnis Ayam Geprek

Berikut tips untuk bisa berhasil dan sukses membuka usaha ayam geprek:

1. Menyediakan Lokasi Usaha Strategis

Agar lebih bisa dikenal oleh masyarakat, maka sebaiknya buatlah warung makan usaha makanan seperti ayam geprek. Untuk memulai bisnis ayam geprek menggunakan warung, kita membutuhkan lokasi untuk berjualan. 

Lokasi  yang tepat untuk usaha ayam geprek?  Silakan cari lokasi yang strategis berjualan seperti dekat dengan perkantoran maupun lingkungan kampus supaya dapat menarik pelanggan pekerja kantoran dan kumpulan mahasiswa yang dapat meningkatkan peluang bisnis ayam geprek. 

Jika belum mempunyai modal maka bisa juga menerapkan konsep bisnis ayam geprek pesan antar.

2. Memperhatikan Bahan Yang Diolah

Dalam menjalankan usaha ayam geprek tentunya kita harus bisa memberikan masakan yang enak kepada pelanggan, tentunya merupakan kewajiban yang harus dimiliki bagi pebisnis warung makan. Untuk menghasilkan rasa yang enak pada masakan, dibutuhkan bahan yang segar untuk membuat masakan.

Ini juga berlaku dalam usaha ayam geprek, apa lagi persaingan kuliner ini sangat ketat, maka dari itu pilihlah bahan pokok yang segar untuk masakanmu.

3. Menerapkan Strategi Marketing

Buatlah bisnis ayam geprek yang kreatif dengan cara menggunakan strategi marketing seperti sering melakukan promosi yang kreatif dan membuat konten mengenai usahamu. Untuk membuat konten bisa memakai aplikasi populer seperti Tiktok dan Snack Video

Penutup

Berdasarkan hasil perhitungan terbaru modal usaha ayam geprek dan keuntungannya maka dapat disimpulkan bahwa bisnis ayam geprek masih bisa mendapatkan keuntungan yang memuaskan. Hal ini dapat mengakibatkan maraknya bisnis ayam geprek dan kuliner ayam geprek yang diminati banyak orang. Sekian & Terimakasih.

Posting Komentar untuk "Rincian Biaya Modal Usaha Ayam Geprek Terbaru Beserta Keuntungan dan Resikonya"